ARTIKEL TERBARU

Sikap adalah segalanya

Jurnal Kebebasan: Akal & Kehendak Vol. III, Edisi no. 72 Tanggal: 07 Oktober 2009 Oleh: Nad (Pengantar – Mengawali “comeback” saya ke dunia maya setelah absen lebih dari 3 bulan, saya tulis tips praktis di bawah ini, yang selama ini saya terapkan bagi diri sendiri, dan yang saya harap berguna juga bagi Anda pembaca. Tulisan ini juga mengawali tulisan-tulisan [...]

CATATAN BAWAH

  • Restorasi Jurnal A&K dari serangan hacking berhasil dilakukan tim Customer Service dari Dapur Hosting (terima kasih!) dengan memanfaatkan data backup per 19 Agustus 2009.  Sayangnya, semua komentar dan pembaca yang masuk setelah tanggal tersebut tidak  berhasil dipulihkan, dan untuk itu saya mohon maaf dan maklum.... #
  • Menurut kabar yang sangat bisa dipercaya, Giyanto (kontributor di Semarang), sudah "bersedia" lulus skripsi.  Selamat, selamat! #
  • Jörg Guido Hülsmann dan Stephan Kinsella, dua tokoh Mises Institute mengutip A&K dalam esei mereka di Mises Daily bulan Agustus lalu. #
  • Bulan April lalu buku yang saya terjemahkan dan sunting di penghujung 2008, Membela Kapitalisme Global, sempat didiskusikan di TB. Walisongo, Jakarta, 17 April (trims atas kabarnya, Ed!). Sayang saya tidak bisa hadir; seperti apa jalannya diskusi barangkali akan ada kabarnnya dari Freedom Institute? Di waktu yang kurang lebih bersamaan, Keluarga Tot--terjemahan naskah drama asal Hungaria yang saya garap bersama 2 konco baik saya (Adi Krishna di Padang dan Wendy Bale di Cilandak)--berhasil dipentaskan di TIM oleh Teater Gandrik-nya Butet dan Agus Noor. (Trims atas kabarnya, Dito!) #
  • Tahun 2004 saya sebetulnya sempat coba-coba Facebook. Tiga tahun kemudian, per 2007, teman saya baru 5. Lalu saya non-aktifkan. Sampai sekarang belum saya aktifkannya lagi.... #
  • Ini sambungan cerita sebelumnya, tentang delik hukum antara sebuah UU dan nota sirkuler seorang menteri. Seperti sudah saya duga, kebijakan yang diambil kantor berakhir merugikan.  Kantor saya telah menyewa konsultan HRD, dan firma ini menyarankan kantor saya agar mendasarkan kebijakannya pada selembar surat Fahmi Idris tersebut, yang pada efeknya meniadakan sebagian besar ketentuan terpenting di Pasal 156, terutama tentang perhitungan pesangon dan uang penghargaan. Kantor saya sekilas terlihat diuntungkan secara moneter.  Pesangon yang harus dibayarkannya kepada saya jadi lebih kecil--kurang lebih 30% lebih kecil.  Tapi kalau ongkos jasa konsultan di atas diperhitungkan (sayangnya, saya tidak tahu berapa), bisa jadi kantor saya harus membayar lebih mahal ketimbang tanpa menyewa jasa firma konsultasi tersebut. (more...) #
  • Kelihatannya sebentar lagi saya akan jadi korban implementasi Surat Edaran Fahmi Idris Nomor B.600/MEN/Sj-Hk/VIII/2005, yang pada efeknya menganulir Undang-Undang Tenaga Kerja no. 13 Tahun 2003, terutama pasal 156. Surat edaran tersebut berperihal: uang penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan, tetapi menganulir hak pekerja yang mengundurkan diri secara sukarela dan baik-baik dari tempatnya bekerja. (more...) #
  • Meski kedua mata masih sembab akibat sesuatu yang saya sendiri tidak yakin apa-saya ingin mewartakan sedikit laporan yang tidak penting-penting amat, tetapi cukup menarik dan layak dilaporkan kepada Anda. Yang pertama, tentang Jurnal ini. Akhir minggu barusan, data Statcounter.com menunjukkan bahwa jumlah kunjungan ke Jurnal ini sudah melewati 50.000! Ini menggembirakan, mengingat meteran tersebut baru dipasang April 2008, atau kurang dari 7 bulan lalu.  Hari ini jumlahnya sudah mendekati 53.000. Selain itu, dari blog hosting saya sudah kena lampu merah, peringatan yang artinya sebentar lagi bandwith untuk bulan ini bakal mentok. (more...) #
  • Diskusi ini saya tulis beberapa minggu yang lalu. Setelah membaca kritik Victor Aguilar terhadap praksiologi, saya beranggapan perlu ada refleksi mendasar untuk hal ini. Dalam pandangan saya, permasalahannya bukanlah pada berapa ‘jumlah' aksioma yang dibutuhkan untuk dapat mengembangkan praksiologi/ekonomi---atau meruntuhkannya, tetapi lebih pada keterkaitan antara suatu aksioma utama---tindakan manusia---dengan kategori-kategori tindakan yang secara universal ada dalam diri manusia.  Semisal kaitan aksioma tindakan dengan kategori tujuan, cara, waktu, ruang, penilaian, pengetahuan, informasi, argumentasi dsb.... Memang tidak dapat disangkal, bahwa pernyataan tersebut menyiratkan aksioma tindakan sudah terimplikasikan kebenarannya. Atau dengan kata lain, aksioma tersebut ‘tidak dapat' diruntuhkan oleh dalil apapun. (more...) #

Ad Ignotum

Selamat datang di Akaldankehendak.com! Edisi terkini, no. 72 , terbit  7  Okt. 2009 dengan satu artikel.

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory