John Maynard Keynes—tabiatnya, tulisan-tulisannya, dan tindak-tanduk selama hidupnya—dipengaruhi dan dipandu oleh tiga elemen yang saling berinteraksi. Elemen pertama adalah egotisme yang terlalu besar, yang membuatnya terlalu percaya diri dan merasa mampu mengatasi segala problem intelektual dengan cepat dan akurat, serta memandang rendah prinsip-prinsip umum yang dianggap merintangi limpahan egonya. Elemen kedua adalah keyakinannya yang kuat bahwa ia ditakdirkan untuk memimpin kelompok elit penguasa Inggris Raya. Kedua elemen ini mengarahkan Keynes dalam pergaulan dengan orang atau bangsa lain dari posisi dan persepsinya sendiri mengenai kekuasaan dan dominasi. Elemen ketiga adalah kebencian dan kemuakannya terhadap nilai-nilai kebajikan yang dianut kelompok borjuis—terhadap moralitas konvensional mereka, terhadap manfaat dan pentingnya menabung dan hidup hemat, dan terhadap institusi-institusi yang mendasari kehidupan berkeluarga.
Dua minggu lalu seorang wartawan senior TH dari harian Jepang yang memfokuskan diri pada bidang pertanian mememinta bantuan seorang rekan saya, SI, untuk meliput suasana kenaikan harga-harga sembako di Indonesia. SI kemudian kebetulan sedikit berbincang dengan saya tentang isu tersebut. Kami mengobrol selama beberapa menit tentang harga, tentang reaksi masyarakat, tentang sejumlah kebijakan yang reaktif, tentang biofuel, dlsb. Akhirnya SI meminta saya untuk membantu TH dalam peliputannya.
Oleh: Sukasah Syahdan Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak Vol. II, Edisi 24, Tanggal 07 April 2008 “Saudara-saudara yang mengaku sebagai kapitalis atau pendukung kapitalisme dimohon angkat tangan”. Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada penduduk dewasa di negeri ini, berapa banyak tangankah akan terangkat? Atau seandainya mereka semua dikumpulkan, lalu para pendukung kapitalisme diminta agar meneriakkan satu [...]
Oleh: Imam Semar Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak Vol. II, Edisi 21, Tanggal 17 Maret 2008 Inflasi, Politik dan Kemakmuran: antara Mitos dan Kenyataan. Saya akan memulai bagian ini dengan mengutip dua presiden AS, seorang menteri propaganda Jerman Nazi, dan saya sendiri. James Madison: “History records that the money changers have used every form of [...]
Oleh: Imam Semar* Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak Vol. II, Edisi 19, Tanggal 03 Maret 2008 Rekan saya bertanya tentang kenapa blog ini [yang dikelolanya--peny.] dinamakan “Ekonomi Orang Waras dan Investasi”. Jawabnya sederhana saja. Pada dasarnya di blog ini, persoalan dilihat dengan objektif. Asumsi dasar harus diuji. Penyusunan kesimpulan harus runut, tidak ada lompatan logika [...]
Komentar/Diskusi Terkini...