Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak
Volume II Edisi No. 66, Tanggal 2 Februari 2009
Oleh: Admin
Sekali lagi Friedrich Naumann Stiftung der Freiheit (FNS) Jakarta menerbitkan buku baru: Membela Kapitalisme Global. Ini terjemahan sebuah best-seller yang cukup terkenal dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia-In Defense of Global Capitalism, karya pemikir muda kelahiran Swedia, Johan Norberg.
Ada [...]
Mungkin Anda pernah mendengar ekonom yang mengatakan bahwa: in the long run, we are all dead? Ajaran ini adalah buah dari pemikiran yang menyerang dan menghujat thrift….
Tragedi of the Commons adalah tragedi khas yang muncul akibat sikap aji mumpung manusia, ketika kondisi kepemilikan properti tidak terdefinisikan dengan jelas, atau gagal ditegakkan dengan baik, sehingga orang cenderung termotivasi untuk memuaskan keinginannya dalam jangka pendek dan mengabaikan sama sekali kepuasannya di masa mendatang. Tragedi ini muncul ketika sistem penyelenggaraan properti yang berlaku di masyarakat sedemikian rupa sehingga pihak-pihak yang terlibat mendapat insentif untuk bertindak, meski tetap rasional, seolah tidak ada hari esok….
Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak
Volume II Edisi no. 64 Tanggal 12 Januari 2009
Diposting tgl: 15 Januari 2009
Oleh: Sukasah Syahdan
(Kembali ke Bagian 1)
Cuma ada dua cara kita dapat menjadi pemilik properti: cara sukarela melalui proses produksi termasuk invensi (penemuan) dan pewarisan, dan cara-cara koersif semacam predasi, termasuk pencurian dan penjarahan, dan upaya-upaya predasi terselubung. Perlu ditambahkan [...]
Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak
Volume II Edisi no. 63 Tanggal 5 Januari 2009
Oleh: Sukasah Syahdan
Kondisi dan Tipologi Properti
Kalau kata class dipadankan sebagai kelas, kenapa classification berpadan dengan klasifikasi dan bukan kelasifikasi? Tapi ini sih tidak nyambung. Berhubung kita maunya nyambung, properti di sini harus kita golongkan ke dalam klasifikasi, meskipun penggolongan di bawah ini hanya [...]
Jurnal Kebebasan Akal dan Kehendak
Volume II Edisi no. 63 Tanggal 5 Januari 2009
Judul Asli: Economic Science and the Austrian Method
Penerbit: Mises Institute
Pengarang: Prof. Hans-Hermann Hoppe
Draft Terjemahan: Nad
(Kembali ke Bagian 1)
TENTANG PRAKSIOLOGI DAN LANDASAN PRAKSIOLOGIS EPISTEMOLOGI
III
Saya cukupkan hingga di sini penjelasan saya terhadap jawaban Mises sehubungan dengan pencariannya terhadap landasan ilmu ekonomi. Kini saya akan beralih ke [...]
Isu sentral sosialisme, komunisme, kapitalisme, anarkisme, libertarianisme, etatisme, dirigisme, dan isme-isme lainnya berpusat pada konsep satu ini. Kemajuan peradaban bangsa-bangsa di dunia bermula dari sini; dan sebaliknya, hampir semua krisis berdarah yang menghancurkan capaian peradaban manusia, dari jaman prasejarah hingga pasca-kolonialisme, juga berawal persis dari persoalan tentangnya. Di Indonesia, berbagai konflik yang telah dan akan terus meletus di sepanjang eksistensi bangsa ini, yang kadang tampil dan dimaknai secara artifisial atau mewujud dalam konfik-konflik berparas SARA, isu-isu demokrasi/demokratisasi, atau dikotomi nasionalisme/internasionalisme, muncul tepat dari isu fundamental ini. Dengan kata lain, jika kita berhasil membenahi urusan satu ini, maka beribu bahkan berjuta konflik yang mengiringinya dapat terpecahkan dengan mudah, bahkan mungkin dengan sendirinya.
Sebagaimana kebanyakan ekonom besar dan inovatif lainnya, Ludwig von Mises secara intensif berulang kali menganalisis persoalan seputar status logis proposisi ekonomi, misanya tentang bagaimana kita dapat mengetahuinya dan bagaimana kita menentukan kesahihannya. Mises jelas termasuk tokoh utama yang percaya bahwa kepedulian semacam ini tidak terpisahkan dalam upaya mencapai kemajuan sistematis di bidang ilmu ekonomi. Sebab miskonsepsi apapun sehubungan dengan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai upaya intelektual seseorang akan secara alamiah membawanya kepada malapetaka intelektual, sebagaimana doktrin ekonomi yang salah. Oleh karena itu, tiga buah buku didedikasikan oleh Mises secara khusus sepenuhnya untuk mengklarifikasi dasar-dasar logis ekonomi: yaitu karya awalnya dalam bahasa Jerman, Epistemological Problems of Economics, pada tahun 1933; Theory and History, 1957; dan Ultimate Foundations of Economic Science, 1962, yang juga merupakan buku terakhir Mises, yang terbit saat ia melewati ulang tahunnya yang kedelapan puluh. Karya-karya lainnya di bidang ekonomi proper juga senantiasa memperlihatkan betapa Mises menganggap penting analisis terhadap persoalan-persoalan epistemologis. Di lebih dari seratus halaman pertama adikaryanya yang berjudul Human Action Mises secara eksklusif membahas persoalan-persoalan tersebut, sementara hampir 800 halaman selanjutnya sarat berisi pertimbangan-pertimbangan epistemologis.
Apabila para ekonom ingin terbebaskan dari asumsi-asumsi yang keliru serta dari klaim-klaim yang mengatakan bahwa mereka dapat memprediksikan masa depan dengan tepat dan bahwa negara dapat merencanakan perekonomian secara lebih baik daripada pasar, maka yang perlu mereka lakukan adalah meninjau kembali kekeliruan-kekeliruan mendasar dalam metodologinya. Bila semua ini terjadi, maka hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari peran penting yang dimainkan Professor Hoppe, seorang praksiolog terkemuka saat ini….
Melalui eseinya yang luar biasa ini, Hans-Hermann Hoppe mengembangkan argumen Ludwig von Mises yang mengatakan bahwa metode yang terkait ilmu alam tidak akan dapat diterapkan secara sukses untuk teori ekonomi. Dalam pemaparannya Professor Hoppe mendukung keberadaan pengetahuan yang apriori, kesahihan teori murni, penerapan logika deduktif, dan keniscayaan hukum ekonomi. Ia juga mengatakan bahwa ilmu ekonomi adalah bagian dari satu disiplin yang lebih besar, yaitu praksiologi: ilmu pengetahuan tentang tindakan manusia….
Komentar & Diskusi