Oleh: Sukasah Syahdan
Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak
Vol. I, Edisi 13, Tanggal 08 Desember 2007
Sejujurnya GM termasuk penulis yang cukup saya gandrungi. Kumtulnya di kolom Caping sering bikin saya bertanya, di mana batas bacaannya yang nyaris tak berbingkai itu. Tapi di artikelnya yang satu ini, yang baru menyapa saya, ada beberapa keping half-truths yang ‘rada’ mengganjal dan berpotensi membelokkan secara drastis keutuhan pemahaman. Berikut kutipan dan tanggapan singkat:
”Kapitalisme,” lanjut GM, ”memisahkan hampir segala hal. … Setelah itu, atau berbareng dengan itu, dikonsumsi. Konsumsi adalah laku menghabisi. … Mengkonsumsi adalah membikin ludes. … Dalam arti tertentu, kapitalisme memisahkan hampir segala hal.”
Terlepas dari stigma GM yang agak ganjil terhadap konsumsi, tidak ada yang secara inheren buruk dengan konsep ini. Persoalan seputar konsumsi lebih pada bagaimana mengelola sumber daya untuk melakukan hal tersebut. Soalnya ada pada means, bukan end. Konsumsi tidak terlepaskan dalam perekonomian, dalam kehidupan setiap manusia. Ia adalah akhir sekaligus awal dari proses produksi. Kapitalisme justru punya daya untuk ‘menyatukan’ ketimbang ‘menceraikan’ hal, semisal diuraikan dalam cara yang luar biasa baik dalam karya klasik Leonard Reed, I the Pencil.
Di Caping ini GM mempersoalkan sistem yang memungkinkan satu manusia mempertukarkan kepemilikannya dengan pihak lain. Bahwa GM mempertanyakan hal ini, terus terang, amat mengejutkan. Bukankah kita sepantasnya bersyukur hal tersebut dapat dilakukan dengan bebas? Kecuali jika ia lebih menyukai sistem alternatif yang membuat pertukaran sukarela mustahil dilakukan.
Sebagaimana telah teruji, sistem tersebut hanya berakhir sebagai pembantaian makhluk pemakai sepatu.[ ]
(Posting perdana di Once Upon A Weblog; Dimutakhirkan 29/11/07)
Tulisan lain yang mungkin terkait:
memang benar, dan saya memang merasa agak ganjil saat membaca caping tersebut…
Saya sungguh mengapresiasi blog ini. Sungguh kaya, liberatif dan inspiratif. Saya sedang belajar untuk jujur kepada kapitalisme. Saya seorang pendeta, yang lebih dekat dengan isu-isu keadilan dan menganggap kapitalisme sebagai vampir. Tapi saya pikir keliru. Blog ini sangat membantu saya untuk mengenalnya tanpa epoche. Tentang GM, bagi saya dia serba bukan. Dia seperti, le riel, yang tidak dapat direngkuh. Ia selalu luput dalam gramatikal ideologi.