Austrian economics

Wawancara Eksklusif dengan Prof. Hans-Hermann Hoppe

Oleh: Sukasah Syahdan
Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak
Vol. II, Edisi 27, Tanggal 28 April 2008

alt text(Siluet HHH)

Berikut hasil wawancara editor Akal & Kehendak dengan Profesor Hans-Hermann Hoppe, yang dilakukan lewat email (23 April 2008).

A&K: Dalam email terakhir Anda mengatakan sedang berada di luar negeri. Apa sekarang juga masih?

HHH: Ya, saat ini saya di Bodrum, Turki, sedang menyiapkan konferensi tahunan di Property and Freedom Society (www.propertyandfreedom.org).

A&K: Apa kegiatan rutin sehari-hari Anda? Mengajar mata kuliah apa?

HHH: Saya sebelumnya secara reguler mengajar di Universitas Nevada, Las Vegas untuk mata kuliah: Ekonomi Mikro, Uang dan Perbankan, dan Sistem-Sistem Ekonomi Komparatif. Kebetulan saya sedang cuti sekarang. Sebenarnya saya berencana untuk segera pensiun dari sana, agar dapat memfokuskan diri sepenuhnya pada pengejaran keilmuan secara privat saja.

A&K: Siapa filsuf, pemikir atau penulis favorit Anda?

HHH: Pemikir-pemikir favorit saya adalah Ludwig von Mises dan Murray N. Rothbard. Dengan Rothbard saya berasosiasi secara dekat selama sepuluh tahun terakhir hidupnya (1985-95). Di antara para filsuf, saya sejak lama condong ke para tokoh yang mewakili tradisi filsafat rasionalis. Dengan demikian, misalnya, saya belajar banyak hal dari Brand Blanshard dan dari Karl-Otto Apel, meskipun keduanya nyaris tidak tahu apa-apa tentang ilmu ekonomi.

A&K: Apa yang paling Anda cintai dalam hidup ini, Prof?

HHH: Kebenaran, keadilan dan keindahan.

A&K: Dan yang paling tidak Anda sukai atau benci?

HHH: Lawan dari kebenaran, keadilan dan keindahan. Secara lebih spesifik lagi: ”political correctness”, kepengecutan moral dan oportunisme.

A&K: Jika Anda duduk dalam komite Nobel, siapa menurut Anda yang berhak dianugerari hadiah Nobel untuk bidang ekonomi—mohon kecualikan diri Anda sendiri.

HHH: Siapa saja pembawa obor paling terang yang berasosiasi dengan Ludwig von Mises Institute. Tapi, Anda perlu tahu, komite nominasi itu diisi oleh para penganut negaraisme (statism), dan institusi penganugerahan hadiah ini didirikan oleh Bank Sentral Swedia.  Faktanya, para ekonom Misesian merupakan penganut pasar bebas yang tak kenal kompromi dan penentang setiap bentuk sosialisme moneter (dalam bentuk bank-bank sentral); dengan demikian, peluang mereka untuk menerima Nobel dapat dibilang nol besar!

A&K: Apa alasan Anda menominasikan mereka?

HHH: Dalam hemat saya, ekonom-ekonom Misesian, atau para Austro-libertarian, memiliki tilikan paling baik tentang bagaimana beroperasinya pasar bebas dan terhadap dampak-dampak buruk pemerintahan terhadap pembentukan kekayaan dan kesejahteraan umum. Ini pernah diilustrasikan oleh kenyataan bahwa Mises, dan para ekonom yang meneruskan jejaknya, sejauh ini memiliki catatan paling baik dalam memprediksikan dampak-dampak sosialisme, akibat-akibat pendistribusian-modern pendapatan melalui negara-kesejahteraan (welfare-state), dan terutama kemudaratan rejim uang-kertas yang dikendalikan oleh pemerintah dan perbankan sentral.

A&K: Komentar singkat Anda tentang empirisme?

HHH: Ada beberapa wilayah keilmuwan di mana empirisme cukup memadai: di bidang ilmu-ilmu alam empiris misalnya; dan dalam bentuk yang agak berbeda, juga dalam kajian sejarah. Tetapi di wilayah-wilayah keilmuan lain – logika, matematika, geometri dan, terutama, juga ekonomi, misalnya—metode empiris sama sekali tidak tepat dan jelas keliru (fallacious). Apa yang menjadi keberatan para filsuf rasionalis pada umumnya dan para ekonom Misesian pada khususnya adalah terlalu “bablasnya” jangkauan metode empirisme.  Wilayah-wilayah pengetahuan manusia berbeda-beda, dan oleh karenanya memerlukan metode yang berbeda pula. mereka [para filsuf dan ekonom Misesian] menekankan bahwa ”teori” itu lebih fundamental daripada ”sejarah; ” sebagai contoh, logika itu “mengalahkan” atau lebih superior daripada pengalaman. Atau dengan kata lain, pengalaman yang mengontradiksikan logika adalah hasil dari kekacauan atau kerancuan pikiran.

A&K: Baik; sekarang saya ingin masuk ke kajian politik. Salah satu artikel Anda yang saya baca di Rockwell.com berjudul Why Democracy Attracts Bad People. Dapatkah Anda sarikan alasannya di sini?

HHH: Apa yang benar, adil, dan indah itu tidak ditentukan melalui popularitas pemilihan suara. Yang namanya massa di mana-mana cenderung kurang berpengetahuan; berpikiran pendek; mudah termotivasi oleh rasa iri; dan juga gampang ditipu. Politisi demokratis harus meng-appeal kepada massa yang demikian kalau mereka ingin terpilih. Jadi, demagog terbaiklah yang akan menang. Hampir selalu dapat dipastikan, demokrasi akan mengarah kepada penyimpangan dari kebenaran, keadilan dan keindahan.

A&K: Apa pendapat Anda tentang Nepal yang sedang memasuki alam demokrasi?

HHH: Saya tidak tahu banyak tentang Nepal. Tetapi saya kuatir transisi dari sebuah monarki tradisional ke demokrasi modern di sana akan membuat keadaan menjadi lebih buruk daripada jika Nepal tetap menjadi monarki. Sebabnya, demokrasi mempromosikan rabun jauh dan akan mengarah kepada kebijakan-kebijakan redistribusionis negara-kesejahteraan, sebagaimana telah kita kenal sebagai wabah yang semakin meningkat di Eropa dan Amerika.

alt textProf. Hoppe sedang memberi kuliah

A&K: Apa pendapat Anda tentang Teori Siklus Bisnis Austria dalam konteks krisis perumahan sub-prime dan melambungnya harga-harga pangan?

HHH: Krisis sub-prime mortgage itu ilustrasi yang indah tentang teori ABC [Austrian Business Cycle—peny.]. Jika Anda dengan sengaja dan secara artifisial menurunkan tingkat bunga dengan memberikan pinjaman-pinjaman tambahan dari “udara kosong” (yaitu semata-mata dengan mencetak dan memasarkan uang kertas di pasar modal—alih-alih berdasarkan tambahan deposit tabungan) maka Anda menciptakan ilusi yang populer: ilusi kemakmuran, bahwa ada tersedia dana berlimpah untuk segala keperluan investasi. Fenomena krisis yang menyusul kemudian hanya memperlihatkan ilusi tersebut. Adanya lebih banyak uang tidak membuat sebuah masyarakat lebih kaya daripada sesungguhnya; dia hanya mengarah kepada redistribusi kekayaan, a.l. karena hal tersebut membuat beberapa orang menjadi lebih kaya dengan memiskinkan orang-orang lain.

Sedangkan mengenai harga-harga pangan: harga itu ditentukan oleh permintaan, pasokan dan kondisi moneter secara umum (pasokan uang). Permintaan akan makanan meningkat oleh sebab meningkatnya populasi dunia dan secara umum oleh meningkatkanya kemakmuran populasi global – inilah satu alasan kenaikan harga-harga pangan.

Kedua, pada saat yang sama, suplai pangan berkurang (dibandingkan dengan tingkat yang seharusnya) oleh sebab regulasi pemerintahan dan pembatasan-pembatasan dalam produksi pertanian (coba pikir saja pembatasan-pembatasan atas dasar pertimbangan lingkungan hidup di Barat, atau pelucutan dan “sosialisasi” lahan-lahan pribadi, misalnya, di Zimbawe)—ini alasan lain di balik kenaikan harga-harga pangan.

Ketiga, pasokan uang kertas oleh pemerintah (bank sentral) di mana-mana meningkat secara konstan—dan ini adalah alasan ketiga kenaikan harga.

A&K: Saya sempat mendengar selentingan kabar bahwa Anda tengah mempersiapkan proyek penerbitan buku terbaru. Benarkah?

HHH: Ya, saat ini saya sedang dalam proyek besar penulisan buku yang penyelesaiannya saya perkirakan membutuhkan waktu paling sedikit 5 tahun. Dalam proyek ini saya, pertama-tama, ingin menyatakan kembali dan memperjelas pandangan-pandanyan saya dalam karya-karya terdahulu (dalam bahasa Jerman, di awal karir, dan yang kemudian dalam bahasa Inggris) di bidang epistemologi dan etika. Secara umum, proyek buku ini berfokus pada sifat-sifat rasionalitas manusia.   Selanjutnya, saya ingin menawarkan sebuah rekonstruksi sistematik interdisipliner tentang sejarah manusia (dari kelompok masyarakat pemburu di jaman pra-sejarah, hingga ke masyarakat petani, dan industri) di mana saya akan mendasarinya pada apa saya yang pernah saya sampaikan beberapa tahun lalu sewaktu memberi 10 kuliah serial di bidang Ekonomi, Masyarakat dan Sejarah, di Mises Institute (yang juga masih bisa diunduh dari sana), dan kemudian memperluas gagasan-gagasan tersebut.

A&K: Sebagaimana Anda tahu, paper Anda tentang Teori Umum Keynes telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya saya sedang menyiapkan terjemahan buku Anda, Ilmu Ekonomi dan Metode Austria; hanya saja belum dapat dituntaskan karena masalah perijinan. Kepada siapa harus meminta ijin untuk itu?

HHH: Begitu saja kok repot! Saya dengan ini menyatakan memberi ijin kepada Anda untuk menerjemahkan buku tersebut!

A&K: Terima kasih! Secara singkat saja, bagaimana prospek tradisi pemikiran Misesian di masa mendatang?

HHH: Saya hanya bisa berharap bahwa kebenaran yang dicoba dipaparkan oleh Austrianisme pada akhirnya akan dapat mengalahkan berbagai kesalahan dan ilusi yang terjadi selama ini. Kalaupun ini tidak terjadi, saya tetap menganggap hal ini sebagai tugas saya untuk berjuang semampu saya.

A&K: Sekali lagi, terima kasih banyak, Prof. Hoppe atas wawancara ini dan atas kebaikan Anda dalam memberikan ijin kepada kami.

HHH: Sama-sama. Terima kasih juga atas kesempatan ini. Semoga wawancara ini cukup bermanfaat.

(Situs Prof. Hans-Hermann Hoppe dapat dikunjungi di sini.)

Kirim artikel ini:
Share on FacebookEmail this to someoneShare on Google+Tweet about this on TwitterDigg thisShare on RedditPin on PinterestShare on StumbleUponShare on Tumblr

Tulisan lain yang mungkin terkait:

Discussion

6 comments for “Wawancara Eksklusif dengan Prof. Hans-Hermann Hoppe”

  1. setelah membaca berbagai uraian di blog anda ini ..

    saya hanya ingin berkata :

    " Saya ingin mengirim Email untuk anda … Kenapa ??.. Kolom kirim komentar disini terlalu 'kecil'.

    Anda bgt Impresif bagi saya.

    Salam Kenal,

    Cy's

    Posted by Capry Rensjke YK. | 19 June 2008, 11:54 pm
  2. Terima kasih banyak atas apresiasi Anda, Cy's :-)) Silakan juga tinggalkan pesan di Buku Tamu di atas.

    Posted by Nad | 20 June 2008, 5:40 am
  3. saya ingin menanyakan sesuatu tentang siklus keilmuan….jawabanya bisa di kirim ke email saya…..???

    Pengembangan keilmuan tidak bisa di lepaskan dari metode keilmuan yang menjadi epistemologinya. Ilustrasikan metode keilmuan dan bagaimana implikasinya bagi pemgembangan sebuah disiplin ilmu

    Posted by Alcino Pereira | 24 June 2008, 12:49 pm
  4. Menyesal sekali saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Kalau Anda memiliki tulisan tentang hal itu, saya bersedia membacanya. Salam!

    Posted by Nad | 24 June 2008, 8:24 pm
  5. kira -kira apa yang menjadi tujuan orang pintar ky gini, bagi dirinya dan masyarakat?

    Posted by muh mawahibul anwar | 9 August 2009, 2:36 am
  6. Imissrepve brain power at work! Great answer!

    Posted by Kristanna | 21 August 2014, 1:53 pm

Komentari

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory