Featured

Kemerdekaan dan Kebebasan

Oleh: Imam Semar
Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak
Vol. II, Edisi 34, Tanggal 16 Juni 2008

“Don’t ask what the country can do for you. Ask what you can do for your country.”
J. F. Kennedy

“Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur.”
Sukarno

“Kebenaran yang sejati dapat diperoleh dengan pikiran yang jernih.”

Buddha Gautama

| Imam Semar |

alt textPresiden Sukarno

Bulan Juni ini adalah bulan yang menarik. Eks- anggota Sekutu memperingati pendaratan di Normandy. Sejarah membebasan Eropa oleh (dengan) bantuan AS pada perang dunia II. Juni juga hari lahirnya Pancasila. Juni juga hari lahirnya Sukarno, Suharto dan Manusama–ketiganya mengklaim presiden di wilayah Indonesia. Juni juga bulan dilahirkannya biang kerok persahaman Indonesia, Imam Semar. Bulan Juni bukan hanya bulan-bulan kelahiran yang ada kaitannya dengan sejarah, tetapi juga kematian. Ronny Reagan baru saja meninggal. Beberapa tentara AS untuk pembebasan Irak juga mati dan akan mati di tangan orang Irak yang dibebaskannya. Rupanya warga Irak sama sekali tidak menghargai arti kebebasan yang diberikan oleh AS. Demikian juga di Saudi Arabia, beberapa ahli/pakar minyak AS di Khobar dibunuh. Rupanya orang Saudi tidak menghargai transfer teknologi dari AS . Bagaimana mungkin warga Irak tidak menghargai kebebasan yang dianugerahkan oleh AS, atau warga Saudi tidak menghargai pengalihan teknologi orang pakar dari AS. Orang boleh berargumen tapi, seperti kata Buddha dalam kitab Tri Pitaka: “Kebenaran yang sejati dapat diperoleh dengan pikiran yang jernih”.

Kebebasan adalah konsep yang self-contradictory. Untuk membebaskan Irak, tentara AS harus memenjarakan Saddam Hussein. Sebagai pemimpin kebebasan, AS membuat banyak orang tidak bebas, seperti Osama bin Laden, Noriega, keponakan saya yang belajar di AS (kalau pulang maka visanya tidak akan diperpanjang), setumpuk orang yang ada di penjara Guam Tanamo atau penjara Abu Gharib. Kalau saya bebas berbuat apa saja, maka itu termasuk membuat anda terikat. Saya tidak heran kalau Sukarno pada saat membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia…. “Kami atas nama bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya……” dan dalam hatinya, berkata: “termasuk kebebasanku untuk memenjarakan Mohammad Natsir, Kasman Singodimenjo, Yunan Nasution, Sutan Syahrir, Sumitro Djojohadikusumo…….ha ha ha ha ha…” Dalam hati siapa tahu. Tapi yang pasti Sumitro berhasil lari, dan selebihnya dipenjara.

Kemerdekaan dan kebebasan tidak identik dengan kemakmuran. Nenek saya selalu bertanya:”kapan kemerdekaannya selesai dan kembali ke jaman NORMAL”. Apa itu jaman Normal? Kata nenek saya, jaman normal itu adalah jaman dimana gaji 1 bulan bisa dipakai pesta 40 hari. “Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur” itu omong kosong. Sukarno mengatakan itu untuk mengelabui rakyat Indonesia, supaya dia bisa tinggal di istana Merdeka, istana Bogor dengan segala fasilitasnya. Saya akan tunjukkan kenyataannya.

Beberapa waktu lalu saya kembali ke Jakarta. Karena rumah saya di kampung dan tidak punya kendaraan, maka terpaksa naik angkutan umum dari rumah sampai kepangkalan taksi. Saya selalu harus menyediakan uang Rp 500. Saya agak terkejut melihat kepingan uang Rp 500 yang terbuat dari aluminium. Ingatan saya melambung pada uang 1 sen keluaran tahun 50an yang ada lubang ditengahnya (ini saya punya sebagai koleksi). Uang Rp 500 sekarang itu sama dengan Rp 1 juta tahun 50an. Indonesia melakukan dua kali pemotongan uang, yang pertama Rp 1000 menjadi Rp 500 ditahun 50an dan yang kedua Rp 1000 menjadi Rp 1. Dengan demikian nilai rupiah sudah mengalami penurunan sebesar 99.9999%. Ada 4 angka 9 dibelakang desimal. Dalam 50 tahun rupiah sudah terdevaluasi menjadi 0.0001% saja. Tengoklah bagaimana pemerintah membuat anda miskin. Ini belum termasuk pajak yang kita bayar setiap bulan/tahun. Itulah arti kemakmuran dan kemerdekaan. Itulah sebabnya nenek saya selalu protes dan merindukan jaman normal bukan jaman kemerdekaan yang kata beliau tidak pernah selesai. Yang pasti hampir sepanjang hidupnya sejak pengakuan kemerdekaan itu oleh Belanda Sukarno tinggal di tempat yang enak dengan segala fasilitasnya.

Kennedy pun tidak mau kalah. “Don’t ask what the country can do for you. Ask what you can do for your country”. Dalam hatinya, I want to enjoy all facilities that you pay for the country. Perbuatan-perbuatan Kennedy meniupkan perang dingin, perang Viet Nam menelurkan defisit dan akhirnya hyper-inflasi di era penggantinya.

Berbicara mengenai kebebasan, di banyak agama, kebebasan bukan hal yang dianjurkan. Dalam agama Islam, yang diajarkan adalah sebaliknya – submision – penyerahan diri (kepada Tuhan). Didalam Bible ada kata-kata Jesus ketika hendak mi’raj (ascension):”I am going to the Father, because He is greater than me”. Suatu bentuk penyerahan kepada Tuhan. Dia tidak mengatakan, saya ingin pergi semau gue, suka-suka gue.

Saya sangat tertarik dengan partai PKS. Mereka tidak ikut dalam pencalonan presiden. Saya yakin mereka sangat pandai-pandai. Dihadapan kita akan ada tahun-tahun yang sulit. Siapapun yang jadi presiden akan dimaki-maki. Harga bahan-bahan yang disubsidi seperti minyak dan beras naik. Bahan pangan lainnya juga naik. Saya tidak bicara di Indonesia, tetapi DUNIA. Beras naik 2 kali lipat dibanding tahun lalu (2003). Daging naik 50%. Ooh…. jangan harap anda akan dapat tahu dan tempe murah, karena harga kedele sudah naik 50%. Cabe kriting dan kol gepeng pun akan/sudah naik. Dan Oom Burhanuddin [mantan] boss BI kita bilang inflasi hanya 5%-6% saja. Bohoooong. Juga Oom Alan Greenspan, katanya inflasi hanya 0.2%/bulan kalau energi dan bahan makanan tidak dimasukkan. Kalau dimasukkan jadi 0.6%/bulan (9%/tahun). Diapun bohoooong. Mampuslah presiden Indonesia tolol yang akan datang terjepit oleh beban subsidi. Mungkin juga tidak. Anda bisa mengecek harga-harga barang ini di situs ini: http://futures.tradingcharts.com/menu.html.

Mungkin juga tidak terlalu tolol. Dia bisa mencetak duit dan mendevaluasi tabungan anda. Daripada dia dilengserkan oleh rakyat seperti Suharto tahun 1998, atau Sukarno tahun 1967. Atau seperti raja Luis Prancis ke-sekian yang diguillotine. Lebih baik mencetak duit lagi. Saya tidak yakin dia akan menciutkan kabinetnya dan membubarkan depertemen-departemen tak berguna untuk mengurangi defisit anggaran.

Berbicara mengenai departemen dan kementerian, berapa banyak kementerian yang tidak ada gunanya. Yang pasti Gus Dur menghapuskan kementerian Penerangan, dan sampai sekarang Indonesia tetap jalan dan tidak ada yang merasa kehilangan. Ini adalah sederet kementerian tidak berguna: Dep. Peranan Wanita, Dep. Sosial, Dep. Naker, Dep. Pemuda dan Olah Raga, Dep. Agama, Dep. Dalam Negri. Kementerian-kementerian ini tidak jelas peranannya dalam negara. Untuk Dep. Peranan Wanita, argumen saya kenapa tidak ada Dep. Laki-Laki, Banci, Hombreng… ha ha ha ha. Untuk Dep Sosial, ooooh yang satu ini tahun 1970-1980 tukang ngurusin lotere!! Departemen Judi. Dan Dep.Agama, tidak jelas targetnya apa. Lebih baik diganti dengan departemen pengendalian kemaksiatan, lokalisasi pelacuran dan bar. Tanpa kementerian-kementerian ini negara masih jalan dengan baik. Buat apa buang-buang duit disini. Sorry… ini tempat penampungan pengangguran!!

Tentu saja ide saya ini tidak bisa diterima oleh presiden yang akan datang. Mungkin kata beliau ini, Indonesia harus lebih demokratis. Semua orang dewasa harus partisipasi dalam gerak roda pemerintahan. Anggota parlemen (DPR) ditambah menjadi 150 juta orang. Ha ha ha ha……. Indonesia jadi negara yang paling demokratis di dunia. Biayanya, gajinya dari mencetak duit lagi….. ha ha ha ha…….

Anda mungkin tidak sependapat dengan saya. Who cares? I don’t! Saya yakin Imam Prasojo atau Andi Malarangeng pun tidak sependapat dengan saya. Dalam hal ini KSC atau Metro TV harus mengadakan debat terbukan antara Imam Semar dan Imam Prasojo…. ha ha ha ha….

Akhir kata: Hati-hatilah, ada ancaman serius dihadapan!

* Imam Semar, pengelola blog Ekonomi Orang Waras dan Investasi dan KlubSaham.com. Artikel ini telah disunting seperlunya tanpa mengubah kandungan isi maupun sudut pandang pengarangnya. Hak cipta ada pada penulisnya.

Kirim artikel ini:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on RedditShare on StumbleUpon

Tulisan lain yang mungkin terkait:

Discussion

3 comments for “Kemerdekaan dan Kebebasan”

  1. Pengoemoeman Kepada Jang Dipertoean Agoeng Imam Semar:

    Bersama ini dewan komisaris, dewan direktur, seluruh kru dan segenap pemegang saham Akaldankehendak.com mengucapkan Selamat daripada Berulang Tahun. Semoga terus sehat dan bersemangat! 🙂

    Happy birthday!

    Posted by Nad | 16 June 2008, 10:27 pm
  2. Thank Oom NAD atas ucapan Selamat Ulang Tahun….., anda jeli juga baca potongan kalimat kecil.. 😀

    Posted by imam semar | 17 June 2008, 1:54 pm
  3. Banyak orang tidak mengerti, bahwa Soekarno-Hatta cs juga ingin menciptakan jaman normal yg hakiki di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Dan itu perlu waktu dan perjuangan, kekayaan alam disimpan dulu sementara pemerintah mengirim para pelajar terbaik menimba ilmu berbagai bidang keluar negeri melalui program Pampasan Perang Jepang, Colombo Plan, ke Amerika Serikat, Eropa Timur dll. Tetapi kemudian terjadi tragedi peristiwa G30S, Bung Karno jatuh dan naiklah Suharto dengan orde barunya. Suharto bahkan sempat dianugerahi gelar Bapak Pembangunan, pada hal setelah 32 tahun kekuasaannya justru ekonomi morat-marit, kekayaan alam dikuasai bangsa asing dengan dalil yang sering didengungkan oleh Suharto dan kakitangannya bahwa menguasai kekayaan alam sesuai pasal 33 UUD 1945 tidak berarti harus memiliki. Itulah yang kemudian tambang tembaga, nikel, emas, migas, hutan dll dikuasai oleh asing atau swasta dan korupsi merajalela dalam berbagai bentuknya, dari PEMILU yang direkayasa dan GOLKAR terus yang menang sampai ke Capres yang tunggal sampai ketujuh kalinya. Contoh konkrit bahwa dulu korupsi merajalela adalah biaya yg dikeluarkan besar-besaran dan kekayaan alam terkeruk habis-habisan selama 32 tahun, tetapi hasil pembangunannya antaralain Gedung Sekolah dan Jembatan sekarang banyak yg rusak atau ambruk. Coba bandingkan dengan peninggalan Belanda yang masih kokoh dan indah walau pun sudah puluhan tahun umurnya. Tentang Natsir cs yang pernah ditahan, bukankah mereka telah terlibat pemberontakan yang juga dibantu oleh negara asing yang ingin menguasai kekayaan alam kita? Saya tidak tahu apakah para aktivis PRRI/PERMESTA/DI-TII/RMS dll sadar atau sengaja mau diadu domba sesama bangsa yang pada masa-masa itu sedang giat berjuang demi keutuhan tanah-air yaitu merebut Irian Barat. Yang jelas Natsir pernah berargumen bahwa bangsa Indonesia ikut terlibat dalam penindasan rakyat Palestina oleh Yahudi dan disokong oleh Barat yang dananya berlimpah antaralain dari hasil pengerukan kekayaan alam kita yang telah diberikan oleh rezim ORBA. Akhir kata, marilah kita banyak belajar melalui berbagai sumber agar kita adil dan bijaksana memahami berbagai masalah yang banyak menghantui kita. Bekasi 2 Maret 2012, wassalam wr.wb.h

    Posted by Muhammad Sadji | 2 March 2012, 8:15 pm

Komentari

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory