Uncategorized

5 Alasan Utama Mengapa Kita Perlu Meningkatkan Pemahaman Ekonomi

Presentasi dan pengajaran ilmu ekonomi di bangku-bangku sekolah lanjutan dan perkuliahan, baik di dalam maupun di luar negeri dewasa ini cenderung telah menjadikan ilmu ini semakin sulit atau salah dipahami oleh sebagian anggota masyarakat.  Aplikasi terapan model-model matematik dan statistik, serta pengunaan jargon-jargon yang esoterik,  rawan menimbulkan kesalahpahaman terhadap hakikat ilmu ekonomi dan bukan tidak mungkin akan merugikan perkembangan ilmu ini sendiri.

Di bawah ini disajikan hakikat ilmu ekonomi dan lima alasan utama mengapa kita perlu meningkatkan pemahaman terhadapnya.

1)      Ekonomi bukan tentang angka-angka. Adalah keliru jika kita memandang ekonomi sebagai ilmu yang berkutat dengan angka, atau statistika atau matematika. Ekonomi bukan tentang pencarian atau perhitungan kekayaan, tapi tentang pencarian cara terbaik bagi suatu tujuan dalam konteks keterbatasan (scarcity) yang dialami semua manusia, dan yang mendasari seluruh keberadaan faktor-faktor produksi manusia dan elemen dasar kehidupan–mis. waktu,  atau nyawa manusia itu sendiri.

Dalam bukunya yang terkenal, An Essay on the Nature & Significance of Economic Science, Lionel Robbins mendefinisikan ekonomi  dalam cara yang dianggap amat maju di jamannya dan penting bagi perkembangan pemikiran ekonomi, terutama di negara-negara Anglo-Sakson.  Ekonomi, menurutnya,  adalah sains yang mempelajari perilaku manusia sebagai hubungan antara end dan means langka yang memiliki alternatif pemakaiannya.

2)      Setiap manusia adalah ‘ekonom’.  Ekonomi mempelajari secara logis keterkaitan satu peristiwa yang terkait dengan tindakan manusia, dengan peristiwa-peristiwa lain.  Manusia adalah homo economicus–dalam pengertian definisi sains tersebut di atas. Di diri setiap manusia terdapat struktur logika yang memungkinkan penggunaannya untuk memahami dan memaknai hasil-hasil usaha tindakan manusia. Di dalam setiap manusia terdapat seorang ekonom, meski mungkin masih tertidur.

3)      Semua tindakan adalah tindakan ekonomi. Membedakan kegiatan-kegiatan manusia sebagai kegiatan ekonomis dan non-ekonomis adalah suatu kekeliruan pikiran. Beramal, berdagang, bekerja, beribadah, berpikir, bepergian, mengurus rumah tangga, semuanya adalah juga aktivitas ekonomi.  Apa yang terjadi di sekitar kita, mis. yang diputuskan pemerintah, ‘korupsi’ oknum DPR, aksi mogok para buruh, semuanya tidak terlepas dan dapat sangat memengaruhi kualitas hidup kita sekarang ataupun kelak–baik disadari ataupun tidak.  Di Jurnal ini, misalnya, isu-isu ekonomi berbaur erat dengan berbagai isu kehidupan, dengan lingkungan hidup, hukum, agama, psikologi, sosiologi, etika, matematika, fisika, dll.

4)      Ekonomi adalah ‘ratunya’ ilmu-ilmu sosial. Dibandingkan teori ilmu alam, teori ilmu sosial kontroversial dan lebih subyektif. Dibandingkan dengan teori ilmu sosial lainnya, teori ekonomi lebih mendekati kesahihan teori ilmu alam.  Contoh berikut akan menunjukkannya:

(Hukum ekonomi): Jika suplai uang bertambah tanpa didampingi kenaikan produksi, maka ceteris paribus, nilai mata uang tersebut akan turun.

(Hukum alam): jika air dipanaskan hingga mencapai 100 derajat, ia akan mendidih.  Atau, jika air mendidih bergejolak, ia telah mendapat pemanasan hingga 100 derajat.

(Hukum politik): Demokrasi,  sistem dari kita, oleh kita dan untuk kita, adalah kunci keberhasilan pembangunan.

Sebagaimana dapat Anda setujui, semua teori itu dinilai dari keniscayaannya.  Dari ketiga contoh di atas terlihat, keniscayaan (necessity) teori ekonomi mirip dengan keniscayaan teori ilmu alam. Ini sebabnya sebagian orang menganggap ekonomi sebagai ratunya ilmu-ilmu sosial. Meski mungkin terlalu menyederhanakan, setidaknya hal ini menggambarkan betapa pentingnya pemahaman ekonomi terhadap fenomena yang tidak pernah terhenti terjadi di sekitar kita.

5) Seperti dituliskan Robbins di bukunya tersebut:

Without economic analysis it is not possible rationally to choose between alternative systems of society. (hl. 138; cetak miring dari karya aslinya.)

Dan:

Economics … enables us to conceive the far-reaching implications of alternative possibilities of policy. It does not, and it cannot, enable us to evade the necessity of choosing between alternatives. But it does make it possible for us to bring our different choices into harmony. It cannot remove the ultimate limitations on human action. But it does make it possible within these limitations to act consistently. It serves for the inhabitant of the modern world with its endless interconnections and relationships as an extension of his perceptive apparatus. It provides a technique of rational action. (h. 140).

Siapa tahu hal-hal di atas masih belum meyakinkan, saya tutup artikel ini dengan kutipan dari Mises dalam bukunya Human Action (h. 885):

It rests with men whether they will make the proper use of the rich treasure with which [economic] knowledge provides theme or whether they will leave it unused.  But if they fail to take advantage of it and disregard its teachings and warnings, they will not annul economics; they will stamp out society and the human race. [ ]

Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak
Volume II Edisi 42, Tanggal 11 Agustus 2008
Rubrik: Catatan Bawah
Oleh: Sukasah Syahdan

(Dimutakhirkan: 16/08/08; 23:23; Judul sebelumnya: “4 Alasan Utama Mengapa Kita Perlu Meningkatkan Pemahaman Ekonomi”)

Rujukan:

  1. Human Action,  Bab II, Ludwig von Mises
  2. An Essay on the Nature & Significance of Economic Science, Bab I dan Bab VI, Lionel Robbins
Kirim artikel ini:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on RedditShare on StumbleUpon

Tulisan lain yang mungkin terkait:

Discussion

6 comments for “5 Alasan Utama Mengapa Kita Perlu Meningkatkan Pemahaman Ekonomi”

  1. sangat mirip sekali.yang membedakan hanyalah kata ceterus paribusnya,seandainya kata itu dihilangkan maka antara hukum alam dan hukum ekonomi akan sejajar 🙂

    Posted by aser oswara | 13 August 2008, 3:08 pm
  2. Halo bung Aser, trims! Kemana aja?

    Posted by Nad | 14 August 2008, 5:09 am
  3. thanks

    Posted by mudzakkir | 7 January 2009, 12:55 pm
  4. lagi dipenjara psikologis.entah kapan remisinya 🙁

    thanks Bung Nad

    Posted by sigmun_freud | 11 January 2009, 11:35 am
  5. Jadi inget Karl Marx. Dari kritik filsafat Hegel, ke kritik agama Feurbach, ke kritik masyarakat, akhirnya Studi Ekonomi juga….

    Mari kita tingkatkan pemahaman ekonomi kita…!

    Posted by Loginataka | 31 March 2009, 12:00 am
  6. […] Apapun latar belakang kita, kita perlu memahami ekonomi dengan baik. Sebab ekonomi terlalu penting untuk diserahkan kepada para “ekonom” semata.  (Klik untuk  5 alasan tambahan.) […]

    Posted by Akal & Kehendak | Mises Boot Camp Indonesia! | 26 October 2016, 5:27 pm

Komentari

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory
%d bloggers like this: