Asides

Catatan mumet suspensi BEI

{Sekali ini saya coba nulis di saat mumet:}

Ujug-ujug dan untuk waktu yang gurem, transaksi di Bursa Efek Indonesia distop sejak 11:06:14 WIB Rabu kemarin. Perkara biasa itu mah, kata Miranda, yang penting harus jelas sampai kapannya. Sri Mulyani bungkam seribu bahasa; tapi dia sempat kasih lihat kecut di wajahnya dan juga keloyoannya siang itu. Ketua Komisi Fiskal Kadin bilang, ada intervensi orang kuat neh. Jubir SBY bilang, ga kok; SBY percaya banget sama Erry dan Fuad.

Menjawab wartawan, Erry bilang suspensi kudu dilakukan untuk menghentikan pasar yang “irasional”. Yah, pasar lagi yg dioyok; maksud Anda pialang dan klien mereka, Pak? Mana ada pialang irasional. Keliru, lantaran panic misalnya, itu jelas mungkin, bahkan jelas malah. Suspensi ini untuk kepentingan siapa Pak? Di negeri yang sarat intervensi, hal semacam ini sudah jamak. Bahkan dalam rapat Ketua BEI dengan pelaku pasar modal, sebagian besar pemain meminta agar suspensi diteruskan. Seorang Sandiago bilang, kalau bisa sampai Senin aja.

(Mengertikan kamu sekarang, wahai diri yang lagi suntuk, bahwa tidak semua pebisnis itu mendukung kapitalisme. Tidak semua kapitalis menjunjung pasar yang bebas! Terutama para bankir, yang dijaman perbankan bebas abad 18 Eropa dan Amerika tidak pernah benar-benar bisa besar tanpa gelendoti pemerintah demi proteksi.)

Ttg anjoknya IHSG, pertanyaan kuncinya: kenapa mereka panik? Riset kecil sebelum catatan mumet ini dibuat: transaksi distop lantaran dipicu oleh saham 6 perusahaan Kel. Bakrie, yang sejak Senin nilainya semakin tergerus hingga terkena automatic rejection.

Saat ini isu berhembus, salah satu atau salah dua anak perusahaan Juragan Bakrie gagal bayar sebesar US1.43 bn; kalo pun benar ini akibat, bukan penyebab. Jadi, konfirmasinya ditunggu, Pak Menteri….

Dari catatan tadi pagi …

1) PT Bumi Resources (BUMI; turun 32.03% pada tkt Rp 2.175)
2) PT Bakrieland (ELTY; turun 36.17% pd Rp 150 );
3) PT Bakrie Sumatera (UNSP; turun by 35.21% pd Rp 460);
4) PT Bakrie Telecom (BTEL; turun 40% pd Rp 150);
5) PT Bakrie and Brothers (BNBR; turun 40.82% pd Rp 145); dan
6) PT Energi Mega (ENRG; turun 32,69% pd Rp 350).

Dua modus andalan pialang dalam situasi panik kayak genee biasanya: shorting dan/atau forced selling. Data menunjukkan penjual terbesar pertama dalam kisruh kemarin adalah, taa daa, Merril Lynch, Kim Eng, CLSA dan JP Morgan. Menurut sumber lain, JP Morgan dan ICICI Bank Ltd adalah pemberi pinjaman buat Bakrie Group. Pinjaman ini diback-up dengan saham perusahaan2 Bakrie—termasuk yang nilainya tergerus tadi. Dengan sendirinya, peminjam berkepentingan harga-harga saham pemback-up pinjamannya paling tidak stabil, kalau bisa malah naik.

Ga jelas, komposisi dan sumber modal yang dimiliki Group Juragan Bakrie. Ga jelas juga yang dimiliki para pemberi pinjaman Group tersebut. Tapi satu jelas, informasi ini terkait lengket dengan apa yang terjadi sama harga saham-saham Bakri tersebut. Teman saya nanya, ada hubungannyakah ini sama keringnya likuiditas. Saya bilang bah! BI rate saja baru naek 25 bp.

Per siang tadi, BEI mewajibkan laporan transaksi yang terjadi kemarin; bagusnya sekalian transaksi Selasa Pak, biar terlacak pemicu panik. Erry kasih waktu sampai nanti (Kamis) malam.  Kalau ketahuan mau diapakan Pak? Kena sanksikah? Kadang, di saat tertentu, saya mau katakan: memang itulah yang patut mereka terima.

Tetapi dzzigg!

itu akan bertentangan dengan paham kebebasan individu yang saya junjung.  Oke, oke, saya tunggu kelanjutan episode rilnya besok, di berita-berita koran….

Kirim artikel ini:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on RedditShare on StumbleUpon

Tulisan lain yang mungkin terkait:

Discussion

6 comments for “Catatan mumet suspensi BEI”

  1. @Nad
    Suspensi ini untuk kepentingan siapa Pak?

    Giyanto:
    Saya sebenarnya ingin menulis opini ini. Cuma tidak punya data dan sedang di kampung yang cuma bisa lihat dari tv.
    Ya, kelihatannya Boz Mulyani lagi mumet dan sedang marah kalau lihat di tv kemarin. Masak yang menyebar isu negatif mau ditindak. Katanya sekarang lagi zaman kebebasan berekspresi? kok kalau ada yang menyebar kebenaran malah mau ditindak? emang mereka bukan perampok yang rencana mengucurkan 4 triliun untuk membeli saham2 BUMN? Terus ditambah pernyataan presiden yang aneh yang mengatakan bahwa investor jangan cuma cari untuk doang? kelihatan banget kalau presiden kita ndk pernah mandiri cari uang sendiri!

    Saya punya dugaan kuat dari kebijakan suspensi ini murni politis. Konon untuk persiapan pemilu 2009 mendatang Bakrie dan sekutunya menggunakan pasar saham untuk pembiayaan untuk salah seorang capres. Pertanyaan untuk capres siapa itu? yang jelas SBYJK lah!

    Ya, kalau pasar sedang ‘kacau” seperti ini yang pasti jelaslah mereka tidak mau rugi dan menggunakan uang rakyat 4 triliun untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Kalau ndk gitu 2009 nanti sekutu mereka tidak akan berkuasa lagi.

    Buset….bapak saya dikhianati lagi. Tau ndk lu kalau gw dirumah susah mengelola pertanian dan membayar pajak. Tapi uang bapak gw tersebut dicuri oleh pemerintah kita.

    Lebih aneh lagi. Para ekonom di televisi malah mendukung kebijakan tersebut. Buset…..

    Posted by Giyanto | 10 October 2008, 3:04 pm
  2. Pasar selama ini irrasional selama 4 tahun. Saham BUMI yang tidak pernah kasih dividen naik dari Rp 35 ke Rp 8500. Apa layak sebuah saham disebut saham kalau tidak pernah membagikan dividen?

    Jadi selama ini orang melakukan perdagangan kertas (lebih tepatnya catatan elektronik). Dan akhirnya…… dust to dust, ash to ash, paper to paper …. he he he ha … 😀

    Posted by imam semar | 10 October 2008, 9:37 pm
  3. Ah mumet mikirin bangsa ini!

    konon juga ada peraturan baru yang aneh. Para petani sekarang kalau mau beli pupuk harus bawa surat bukti pembayaran pajak. Ada apa ini? kelihatannya pemerintah kita akhir2 ini sukanya maksa….Pajak!pajak!pajak!pajak!. Boikot aje….

    Posted by Giyanto | 10 October 2008, 10:24 pm
  4. Walaaaaah,
    Petani bayar pajak? Apa mereka bisa mengisi SPT?

    Oom Giy…. Rp 4 triliun masih kecil. BLBI $600 triliun(?).

    Posted by imam semar | 13 October 2008, 11:08 am
  5. Walaaaaah,

    Petani bayar pajak? Apa mereka bisa mengisi SPT?

    Oom Giy…. Rp 4 triliun masih kecil. BLBI $600 triliun(?).

    Posted by imam semar | 13 October 2008, 6:08 pm
  6. Maksudnya tanda bukti pembayaran pajak bumi/sawah.

    Posted by Giyanto | 14 October 2008, 1:59 am

Komentari

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory
%d bloggers like this: