Uncategorized

Dapatkan teknologi menyelamatkan manusia?

Stop Press:
Terima kasih kepada para pembaca setia dan pembaca baru yang telah menyumbangkan lebih dari 500 jempolnya (Likes) kepada Akal & Kehendak melalui laman Facebook.  Dengan ini diumumkan bahwa Akaldankehendak.com mulai terbit lagi saban Senin. 

SELASA minggu lalu di saat sarasehan tentang Kepemimpinan Nasional di sebuah kampus swasta di Jakarta, seorang pembicara muda yang juga menyambi sebagai teknokrat penasehat kepresidenan melontarkan pertanyaan berikut:

Can (technological) innovation save humanity?

Bisakah inovasi teknologi menyelamatkan kemanusiaan, demikian kira-kira padanannya. Oleh sang pembicara, hingga Selasa tadi rubuh berganti Rabu, pertanyaan terbukanya itu tidak dijawab atau terjawab.

Kebetulan di minggu yang sama saya sedang melakukan persiapan akhir untuk mengadakan kontes pitching (semacam presentasi singkat berbahasa Inggris). Kompetisi perdana tersebut (saya namakan Pitch First) berlangsung di hari Rabu–tepat sehari sesudah Sarasehan.

Pitch First terdiri atas 2 kategori. Pada kategori pertama, setiap kontestan harus memaparkan ide bisnis mereka selama 2 menit di hadapan dewan juri. Di kategori kedua, kontestan diminta menjawab pertanyaan bisnis atau memberi solusi terhadap satu permasalahan secara impromptu.

(Lima dari 21 peserta berhasil tersaring ke kategori 2; mereka diberi waktu hanya 5 menit untuk menyiapkan jawabannya.)

Untuk kategori impromptu tersebut saya menyiapkan 8 pertanyaan yang kemudian saya sodorkan ke dewan juri. Ternyata para juri sepakat: pertanyaan yang ditanyakan kepada para finalis adalah pertanyaan terakhir. Begitulah muasal pertanyaan di atas tentang teknologi dan kemanusiaan kita: Can (technological) innovation save humanity?

Dari kelima kontestan, satu kontestan memberi jawaban yang tidak definitif (alias ngawur). Seorang lagi memberi jawaban yang pesimistis, sedangkan sisanya, dalam cara masing-masing, menyatakan optimisme bahwa teknologi akan mampu menyelamatkan manusia.

Diam-diam saya bisiki permintaan kepada MC hari itu, agar pertanyaan yang sama dilemparkan pula kepada dewan juri dan hadirin. Sayangnya, tak seorang pun juri bersedia menjawab. Boleh jadi, mereka sudah terlanjur sibuk berembuk di waktu yang sempit untuk menentukan siapa pemenang kontes.

Tapi akhirnya ada juga seorang mahasiswa, non-kontestan, yang berani maju. Ia pun menyampaikan jawaban yang terdengar cukup meyakinkan dan juga menunjukkan sikapnya yang optimis tentang masa depan teknologi terhadap kemanusiaan.

Sekali lagi hadirin bertepuk-tangan.

Lalu kontes usai dan saya ikut lega kompetisi telah berjalan lancar.

Namun ada hal-hal yang mengganjal: semua jawaban terhadap pertanyaan kunci tersebut bagi saya tidak memuaskan. Saya mungkin tidak akan tahu seperti apa persisnya jawaban dari sang teknokrat penasehat presiden terhadap pertanyaannya sendiri. Dugaan saya, mungkin saya juga akan kecewa dengan jawabannya….

Dapatkah teknologi menyelamatkan manusia? Dapatkah ia menyelamatkan kemanusiaan?

Barangkali jawaban dari pembaca AK bisa lebih memuaskan?

Kirim artikel ini:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on RedditShare on StumbleUpon

Tulisan lain yang mungkin terkait:

Discussion

No comments for “Dapatkan teknologi menyelamatkan manusia?”

Komentari

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory
%d bloggers like this: