Uncategorized

Informasi vs Individu Abad 21 (Bag. 3 – Tamat)

Tiga implikasi dapat ditarik dari uraian di atas.

Pertama, era informasi dengan inflasi opininya menuntut kemauan, kemampuan dan kemandirian individu dalam mencermati opini. Setiap individu harus mampu memilih dan memilah yang rumput di belantara ilalang, mana yang betul-betul informasi, dan mana yang misinformasi ataupun disinformasi.

Kedua, mengingat “lengketnya” tabiat pre-conceived ideas (baca: gagasan lama sudah bercokol sebagai paradigma), maka setiap individu harus mau dan mampu menarik diri, meski untuk sementara, dari jeratan berbagai belenggu. Introspeksi diperlukan untuk memeriksa unsur-unsur paradigmatik (yang membentuk pandangan seseorang terhadap sesuatu) yang sifatnya egosentris maupun sosiosentrik.

Egosentrik di sini, misalnya, tendensi personal dalam mengganggap bahwa opini, pandangan hidup, dan perspektif yang dianutnya yang paling benar.

Sosiosentris boleh diumpamakan sebagai aneka “kapsul budaya” berupa ajaran-ajaran keluarga/budaya yang diwariskan secara sadar maupun tidak sadar oleh leluhur, keluarga, dan orang-orang tercinta, yang kebenaran ataupun relevansinya nyaris tidak dipertanyakan lagi.

Dalam kerangka hubungan antar-manusia, satu hal kecil saja dapat memicu begitu banyak opini atau pandangan. Oleh sebab itu–dan ini implikasi ketiga, setiap individu semakin memerlukan suluh, yaitu kristalisasi ilmu pengetahuan berupa pemahaman teoritis. Setiap orang perlu menyadari pentingnya teori agar ia tidak cuma asal-bunyi saat ia beropini atau ketika ia menyikapi gempuran informasi.

Ketiga implikasi di atas tidak lain adalah refleksi kontemporer terhadap isu abadi tentang opini, teori dan informasi. Akaldankehendak.com sudah cukup banyak mengulas keterkaitan semua hal tersebut dalam konteks yang berbeda. (Misalnya dalam: Opini tentang Opini; Tentang Keberpihakan Intelektual; Hasil Survei A&K; dan 5 Alasan Utama… .)

Strategi 4C di Abad 21

Strategi apa yang perlu diambil untuk menyikapi berbagai perubahan di abad ini?

Para pemikir dan pakar pendidikan secara global cenderung sepakat bahwa individu abad 21 harus memiliki seperangkat keterampilan tertentu agar dapat menyikapi dan merespon dengan sukses segala bentuk keriuhan yang terjadi di dunia—terutama yang dipicu dengan kehadiran internet. Empat kemampuan terpenting yang dianggap sebagai landasan strategis adalah apa yang sering diringkas sebagai 4C.

features-21st-century-skills

Coping strategies atau kunci sukses yang disodorkan para pakar guna menyiasati masa depan adalah berbasis pada peningkatan keterampilan 4C tersebut. Keempat C tersebut adalah Critical thinking, Communication, Collaboration dan Creativity skills—atau seperangkat keterampilan untuk berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreasi.

Info lebih lanjut tentang 4C kiranya dapatlah pembaca telusuri sendiri secara relatif mudah lewat Google, cukup dengan memasukkan kata-kata kunci pencarian seperti: “21st Century Skills.” Namun demikian, tilikan singkat tentang 4C di bawah ini patut disimak sebab tilikan tersebut mungkin tidak dapat pembaca temukan lewat Google!

Critical thinking, communication, collaboration dan creativity tidak mengenal authorities. Sebab siapakah tokoh yang menguasai metode/cara berpikir kritis? Siapa pula otoritas yang mendikte kemampuan komunikasi? Apakah hakikat kolaborasi dan kreativitas?

Di atas dikatakan bahwa era-kini kian menuntut menuntut otonomi individu. Di titik ini dapat kita simpulkan bahwa semua 4C (yang dianggap sebagai kunci keberhasilan di abad 21) tidak lain adalah semacam virtues yang tak mengenal penguasa (nir-otoritas); yang hanya dapat dijumpai di tingkat individu.

Maka pertanyaan retorik penutup tulisan ini: apakah conditio sine qua non atau prasyarat yang harus ada agar kebajikan-kebajikan di atas dapat tumbuh?

Dan jawabannya–yang sulit dipungkiri–adalah kebebasan, “ibunda” yang melahirkan virtue-virtue lain di diri setiap individu. (*)

Kirim artikel ini:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on RedditShare on StumbleUpon

Tulisan lain yang mungkin terkait:

Discussion

No comments for “Informasi vs Individu Abad 21 (Bag. 3 – Tamat)”

Komentari

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory
%d bloggers like this: