// Arsip

Praksiologi

This category contains 9 posts

Melawan Positivisme

Dalam banyak seminar dan diskusi, kadang terdengar keluhan bahwa ilmu pengetahuan sosial telah tersub-ordinatkan oleh pengetahuan alam. Hal ini memang disayangkan dan, bahkan, menurut saya, tidak terjadi secara kebetulan. Keluhan tersebut sering timbul sebagai reaksi terhadap berbagai kebijakan-kebijakan politik pendidikan ataupun kebijakan lain yang terkait dengan kepentingan kebutuhan-kebutuhan praktis (misalnya dalam “mencetak” tenaga-tenaga teknis terdidik).

Apakah benar landasan pemikiran di balik kebijakan-kebijakan semacam itu? Sejauh mana pengaruh ilmu pengetahuan alam telah menyilaukan para pakar ilmu sosial? Dan siapakah yang bertanggungjawab atas keyakinan filosofis dari penyimpangan yang terjadi sekarang ini?

Ilmu Ekonomi dan Metode Austria (4-Tamat)

Jurnal Kebebasan Akal dan Kehendak Volume II Edisi no. 63 Tanggal 5 Januari 2009 Judul Asli: Economic Science and the Austrian Method Penerbit: Mises Institute Pengarang: Prof. Hans-Hermann Hoppe Draft Terjemahan: Nad (Kembali ke Bagian 1) TENTANG PRAKSIOLOGI DAN LANDASAN PRAKSIOLOGIS EPISTEMOLOGI III Saya cukupkan hingga di sini penjelasan saya terhadap jawaban Mises sehubungan dengan pencariannya […]

Homo Oeconomicus dan Ketercerabutan Ekonomi sebagai Takhayul

Berikut tanggapan atas dua artikel yang pernah dimuat di harian Kompas, dan dijadikan kliping di sini, yaitu Ketercerabutan Ekonomi (KE) dan Pasar Bebas adalah Segalanya (PBS). Kedua tulisan terpisah oleh dua penulis berbeda ini kiranya berkelindan sangat erat, seolah terlukiskan dalam gerakan tunggal dengan satu kuas besar yang sama. Meski keduanya berisi dua topik ekonomi berbeda, keterkaitan keduanya tidak dapat disangsikan; keduanya pelebaran dari suatu konsep fundamental: homo oeconomicus. Tanggapan ini mengasumsikan pemahaman terhadap konsep sederhana bernama ekonomi pasar. Jika hal-hal dalam artikel ini sahih bagi tulisan pertama, maka ia juga sahih bagi yang kedua; dan sebaliknya.

Research Day 2008 FEUI dan Masa Depan Praksiologi

Kata Prof. Azis, “Seandainya perbankan tidak ikut bermain, maka keparahan krisis tidak mungkin sedalam ini.” Bravo, Prof! teriak saya dalam hati. Ini mengimplisitkan “kontribusi” sektor perbankan terhadap krisis. Prof. Azis tidak menjelaskan lebih jauh. Ini dapat dimaklumi, sebab jika Anda ekonom/pengamat ekonomi, penjelasan tentang krisis juga tergantung seberapa dalam Anda bersedia mengusutnya. (Aturan mainnya adalah Anda bisa fokus pada sisi mana saja, tapi jangan mempertanyakan pemerintah atau sistem perbankan, sebab itu tabu.)

Refleksi Praksiologi, Geometri serta Depresi

Diskusi ini saya tulis beberapa minggu yang lalu. Setelah membaca kritik Victor Aguilar terhadap praksiologi, saya beranggapan perlu ada refleksi mendasar untuk hal ini. Dalam pandangan saya, permasalahannya bukanlah pada berapa ‘jumlah’ aksioma yang dibutuhkan untuk dapat mengembangkan praksiologi/ekonomi—atau meruntuhkannya, tetapi lebih pada keterkaitan antara suatu aksioma utama—tindakan manusia—dengan kategori-kategori tindakan yang secara universal ada […]

Catatan Kecil tentang Praksiologi (#1)

Praksiologi sebagai kajian dan metodologi belum banyak dikenal, bahkan nyaris tidak dikenal, oleh pembaca di Indonesia, sebelum konsep dan aplikasinya diperkenalkan di dalam Jurnal ini.

Sesuai info terdahulu di rubrik Catatan Bawah tentang penerjemahan Buku Metodologi ekonomi Austria oleh Prof Hoppe, saya sudah mengirimkan naskah tersebut kepada Prof. yang bersangkutan sebagai arsip dan bukti. Versi PDF-nya juga saya kirim kepada Giyanto di Semarang.

Sebenarnya saya agak enggan mengirimkankan naskah itu kepada Giy, sebab saya tahu bahwa ia sedang sibuk merampungkan skripsinya. Tapi karena ia sering menanyakan perkembangan proyek penerjemahan tersebut, saya tahu pasti ia punya ketertarikan yang tinggi.

Beberapa hari kemudian, ada beberapa email masuk. Prof. Hoppe meminta agar kelak bukunya dikirimkan, setelah diterbitkan, dikirim kepada beliau ke sebuah alamat di Turki. Beberapa email lainnya ternyata dari Prof., ah belum, Giyanto.

Realitas, Bahasa dan Sepenggal Kisah Tentang Dua Ludwig

Hari Sabtu dua minggu lalu lepas saat Ashar, sewaktu berada di kemacetan lalin di sekitar Lebak Bulus, saya dan keluarga melihat seorang bocah belasan tahun yang sedang mempertontonkan atraksi topeng monyet–atau tepatnya topeng bayi, di pinggir jalan itu. Si bocah merantai seekor kera yang memakai sebuah topeng bayi di mukanya. Beberapa meter dari sang bocah dan keranya ada bocah lain dengan kera pasungannya sendiri. Anak lelaki ini juga mempertontonkan “kehebatan” sang kera dalam mengendarai sebuah motor-motoran kayu. Beberapa puluh meter dari situ, seorang pemuda yang dalam taksiran saya berusia 30-an menampilkan pertunjukan serupa. Saya hitung ada 7 atraksi serupa di sepanjang jalan tersebut….

Hukum Praksiologi Dalam Menjawab Permasalahan Keadilan Bagi Petani

Dalam artikel di Akal dan Kehendak edisi terdahulu, Pak Imam Semar dalam kolom komentar menanyakan mengapa saya sangat benci sekali kepada BULOG. Bukannya saya pernah dipukuli oleh orang BULOG ataupun gabah Bapak saya dirampok; ini terkait dengan usaha penyampaian kebenaran dan penegakan keadilan.

Hukum praksiologi mengatakan: “ketika pertukaran tidak terjadi secara sukarela melainkan karena paksaan, maka salah satu pihak akan mendapat keuntungan di atas kerugian pihak lain”.

Di sini saya menggunakan istilah hukum praksiologi, untuk sedikit mengontraskan bidang ekonomi dengan praksiologi. Praksiologi sebagai sebuah metode a priori meletakkan dasar pada logika tindakan. Jadi dari sudut pandang praksiologi, ilmu ekonomi sebenarnya adalah berkenaan dengan cara berpikir dan bukan sebuah ilmu yang dapat diobservasi secara empiris.

Tentang Empirisme, Praksiologi dan Kepastian Pengetahuan

Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak Vol. II, Edisi 35, Tanggal 23 Juni 2008 Oleh: Sukasah Syahdan Tidak ada yang rasional ataupun irrasional perihal kehidupan, tetapi akal adalah satu-satunya peranti yang dimiliki manusia untuk memaknai kehidupan dan alam semesta secara sistematis. Emosi sering dikatakan ikut berperan dalam proses pengambilan keputusan; namun, dalam kesadaraan dan kedewasaan tiap […]

Catatan kecil tentang ekonofisika

Oleh: Sukasah Syahdan Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak Vol. II, Edisi 30, Tanggal 19 Mei 2008 (Kolom: Catatan Bawah) APA PULA ITU EKONOFISIKA? Di koran Media Indonesia beberapa hari lalu diberitakan bahwa ilmu “baru” ini akan mampu mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia. Bukan main! Ini catatan singkat saja: kalau harus dianggap ilmu baru, dia cocok jadi […]

Arsip Bulanan

Rekomendasi

buku_rothbard.jpg
Apa Yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Uang Kita?; Oleh: Murray Newton Rothbard; PT. Granit, Yayasan Obor Indonesia; ISBN : 97897916217 -4-8; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Intip cuplikannya).
alt text
Membela Kapitalisme Global; Oleh: Johan Norberg; FNS Jakarta; tersedia di toko-toko buku terdekat. (Baca resensinya di sini).
Economic  Activism Blogs - Blog Catalog Blog Directory
%d bloggers like this: